Indonesian Day 2021

Lazuardi Ismail Firdaus - PPI Groningen

23 Agustus 2021

PPI Groningen menyelenggarakan acara besar tahunan yang sangat ditunggu-tunggu yaitu Indonesian Day 2021. Tema acara tahun ini adalah “Indonesia Kaya” yang bertujuan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional berupa kesenian daerah dan berbagai hidangan tradisional.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Indonesian Day kali ini dilaksanakan secara daring dengan penyesuaian protokol kesehatan Covid-19. Penonton yang berdomisili di Groningen dapat memesan makanan khas beberapa daerah di Indonesia yang bisa dinikmati selagi acara berlangsung. Terlepas dari segala keterbatasan kegiatan karena adanya pandemi, acara kebudayaan terbesar kami tahun ini bisa dinikmati oleh penonton di manapun mereka berada secara gratis.

Pada tahun ini, Indonesian Day melaksanakan satu rangkaian acara dengan konsep berkeliling Museum Indonesia bersama dua karakter utama yaitu Sophie dan Arie. Mengusung jalan cerita petualangan di bumi Indonesia Kaya, acara Indonesian Day dibuka dengan sambutan dari Risyad Natadiningrat selaku ketua acara, John Amir selaku ketua PPI Groningen, ALZI Nederland, Sanne Heinen, Hyllan Weijer, dan Ekaterina Gurchenkova selaku perwakilan Hanze University, Prof. Ronald Holzhacker selaku Director of The Groningen Research Centre for SEA & ASEAN, dan Bapak Mayerfas selaku Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda.

Perjalanan Sophie dan Arie dimulai dari salah satu pulau di bagian barat Indonesia, Sumatera. Di sini, penonton menyaksikan penampilan Tari Piring yang merupakan salah satu tari tradisional yang berasal dari Sumatera Barat. Setelah itu, perjalanan berlanjut dengan penampilan tari Kinang Kilaras. Tarian tersebut berasal dari Betawi yang didedikasikan untuk salah satu seniman legendaris Betawi, Mak Kinang. Sophie dan Arie lalu melanjutkan petualangan mereka ke Jawa Barat. Di bagian museum ini, mereka bersama penonton menyaksikan penampilan tari Bajidor Kahot yang berasal dari Karawang. Keunikan tari tersebut yaitu pengombinasian tari Ketuk Tilu dan Jaipongan yang menjadi dasar geraknya. Setelah menyaksikan penampilan tersebut, kedua karakter utama Indonesian Day 2021 membawa penonton ke Kalimantan. Penampilan tim Angklung yang membawakan lagu tradisional Kalimantan sukses mendapat sambutan meriah dari penonton di kolom komentar. Acara lalu dilanjutkan dengan penampilan pembacaan puisi karangan Ali Syamsudin Arsi, seorang penyair yang berasal dari Kalimantan Selatan, berjudul “Kalimantan Biarkan Kami yang Bicara”. Berpindah ke Pulau Sulawesi, band dari teman-teman PPI Groningen membawakan lagu daerah berjudul “O Ina Ni Keke” dan “Angin Mamiri”.

Penonton bersama Sophie dan Arie lalu berpetualang ke Nusa Tenggara Timur untuk menyaksikan penampilan dari band Utrecht. Band dari salah satu kota di Belanda ini menampilkan lagu “Ge Mu Fa Mi Re” yang merupakan lagu khas daerah tersebut. Lalu, acara selanjutnya dimeriahkan oleh ALZI Nederland. Poco-Poco ceria dari ALZI berhasil membuat penonton ikut bergerak seiring dengan musik yang diputar. Petualangan Sophie dan Arie tidak berhenti sampai disitu, mereka mengajak penonton melanjutkan perjalanan ke pulau paling timur indonesia yaitu Papua. Band PPI Groningen mempersembahkan lagu “Apuse” dan “Yamko Rambe Yamko” dengan riang gembira. Indonesian Day 2021 ditutup dengan
penampilan musik dan tarian modern yang dipadukan dengan nuansa tradisional. Musik tersebut dipopulerkan oleh Weird Genius, salah satu seniman musik modern Indonesia, yang berjudul Lathi.

PPI Groningen dan panitia acara Indonesian Day 2021 mengucapkan terima kasih atas partisipasi aktif dan kerjasama dari pelajar dan warga diaspora Groningen serta dukungan dari KBRI, Rijksuniversiteit Groningen, Hanzehogeschool Groningen, Stichting Alzheimer Indonesia Nederland, dan pihak-pihak lain yang telah membantu mensukseskan acara ini. Kami juga meminta maaf apabila terdapat kesalahan atau hal-hal yang kurang berkenan selama berlangsungnya acara tersebut.
Sampai jumpa di Indonesian Day selanjutnya!