Beberapa Tips Adaptasi di Belanda Bagi Mahasiswa Indonesia - Transfez

Transfez

20 Agustus 2021

Belajar di tanah jauh seperti Belanda adalah impian bagi banyak orang di Indonesia. Untuk mewujudkan impian tersebut, beragam cara perlu dilakukan mulai dari meningkatkan kemampuan berbahasa, menyiapkan dokumen yang sekiranya diperlukan, hingga mencari rekomendasi ke sana sini.

Meski telah banyak sekali upaya persiapan yang telah dilakukan, tidak jarang ada beberapa hal krusia yang malah luput alias tidak dilakukan. Salah satunya adalah proses adaptasi. Saking sibuknya mempersiapkan ujian hingga keberangkatan, bagaimana cara beradaptasi ketika pertama tiba di negara asing kerap kali menjadi hal yang tidak terlintas dalam pikiran.

Padahal, adaptasi dapat salah satu hal yang amat penting terutama bagi yang selama ini tidak terbiasa bersentuhan dengan lingkungan dan kebudayaan yang berbeda. Karenanya, sebagai sedikit panduan, berikut adalah beberapa hal yang dapat membantu dalam proses beradaptasi di Belanda.
Berkenalan dengan Lingkungan
Hal pertama yang mungkin akan ditemui setibanya di Belanda adalah lingkungan yang sama sekali berbeda. Tidak hanya dari segi suhu dan cuaca saja melainkan juga kebudayaan serta gaya hidup masyarakatnya.

Oleh karenanya, adalah hal yang disarankan untuk mulai berkenalan dengan lingkungan di Belanda bahkan kalau bisa sejak jauh-jauh hari sebelum keberangkatan. Untuk mengenal lingkungan di Belanda, berselancar di internet terutama Youtube adalah pilihan yang bagus. Bisa juga dengan bergabung ke grup facebook atau forum daring lain untuk memperoleh gambaran lebih jauh.
Mencari Teman
Bagi yang datang ke Belanda tanpa adanya sanak saudara atau teman senasib sepenanggungan, mencari teman adalah hal yang dapat dilakukan setibanya di Belanda. Keberadaan teman akan menjadi amat berguna karena, dalam beberapa kasus, kehadirannya dapat menggantikan peran keluarga.

Tak hanya sebagai teman bercerita, keberadaan teman juga dapat menjadi semacam support system yang akan sangat membantu proses adaptasi yang mana bagi beberapa orang dapat berpotensi menyebabkan frustasi.

Untuk mendapatkan teman ‘hidup’ selama di Belanda, bergabung dengan komunitas seperti PPI atau organisasi kampus bisa dijadikan sebagai pilihan yang baik.
Uang yang Cukup
Tak dapat dimungkiri bahwa uang adalah sesuatu yang amat penting artinya dalam keberlangsungan hidup. Tidak ada uang terkadang sama artinya dengan tidak ada makan. Tidak ada makanan dapat berpotensi mengganggu kesehatan yang mana dapat mempersulit proses adaptasi yang tengah dilakukan.

Dengan demikian, usahakan untuk selalu memiliki cukup uang. Tidak harus dalam jumlah yang banyak setidaknya cukup untuk makan, menyewa kamar, dan pemenuhan kebutuhan dasar lainnya.

Untungnya, sekarang ini ada Transfez yang dapat mempermudah pengiriman uang dari Indonesia ke Belanda. Dengan begitu, persoalan keuangan sedikit banyak bisa teratasi karena pengiriman uang dari Indonesia dapat tiba lebih cepat dan lebih hemat sehingga dapat terhindar dari kekurangan uang.
Keinginan Kuat dari Dalam Diri
Tiga poin untuk membantu adaptasi di atas memang dapat membantu proses adaptasi dan telah terbukti dalam pengalaman beberapa mahasiswa Indonesia di Belanda. Meski begitu, ada satu hal yang harus diperhatikan yaitu perlunya dorongan atau keinginan dari dalam diri.

Tanpa keinginan yang kuat, proses adaptasi dapat berlangsung lebih lama atau, amit-amit, malah gagal sepenuhnya. Karenanya, kerahkan keinginan atau tekad yang kuat serta keyakinan bahwa adaptasi dapat dilakukan. (Saad Fajrul/Transfez)