Apakah Kita Sudah Divaksin Covid-19?

PPI Enschede

23 Agustus 2021

Lindungi diri kita dan orang-orang yang kita sayangi

Teman-teman tentu tahu atau paling tidak pernah melihat memes yang beredar di media sosial tentang penolakan terhadap vaksin covid-19. Beberapa diantaranya menyindir Bill Gates, salah satu orang terkaya dunia.
Satu meme menulis, “This man (Bill Gates, pen.) couldn’t even make Windows safe from viruses and you want to trust a vaccine from him?”
Lalu meme lain menulis, “The covid vaccine could kill you but it’s worth it because I (Bill Gates, pen.) am selling it.”
Intinya, salah satu alasan penolakan vaksin covid-19 adalah karena vaksin tersebut merupakan konspirasi global untuk memperkaya para kapitalis.
Memes sejenis muncul akibat ulah Bill Gates yang menolak rencana WHO untuk menghapus sementara Intellectual Property Rights (Hak Atas Karya Intelektual) perusahaan farmasi sebagai produsen vaksin Covid-19. Rencana WHO ini bertujuan agar negara-negara miskin dapat mengakses vaksin Covid-19 untuk rakyatnya.
Penolakan Bill Gates tersebut menimbulkan kecaman terhadap diri, perusahaan, dan yayasan sosial yang dimilikinya. Bagaimana mungkin seorang yang selama ini sudah kaya raya dan dikenal sebagai dermawan (philanthropist) kelas dunia bisa sampai hati menghalangi upaya memerangi pandemik dan hanya memikirkan kerugian finansial akibat tidak diberlakukannya IPR atau patent dari vaksin tersebut untuk sementara waktu.
Tidak menunggu lama, muncul pernyataan dari pihak Bill Gates yang menyatakan bahwa yayasan yang dipimpinnya, Bill & Melinda Gates Foundation, mendukung agenda WHO itu. “...the foundation is supportive of temporarily lifting coronavirus vaccine patent protections.”
Lepas dari issue tersebut, kemudian kita juga sedikit banyak mengetahui tentang keuntungan yang diperoleh perusahaan-perusahaan raksasa farmasi yang memproduksi vaksin covid-19. CNN Business menulis bahwa Pfizer diperkirakan akan menerima sekitar US$15 billion dengan profit margin mendekati 30% pada akhir tahun 2021 sebagai hasil penjualan vaksin covid-19.
Berita-berita dan memes ini, yang kadang diikuti dengan berita hoax, makin menguatkan keyakinan sebagian orang untuk menolak divaksin covid-19. Memang sih pernah ada beberapa kasus dimana warga suatu negara dirugikan oleh perusahaan farmasi. Tidak dapat dipungkiri bahwa penelitian dan pengembangan vaksin, untuk penyakit apapun, merupakan kegiatan yang memerlukan biaya besar serta bersifat spekulatif dengan risiko kerugian jika vaksin yang dihasilkan gagal memenuhi harapan.
Teman-teman sekalian, sah-sah saja jika sebagian dari kita mempertanyakan cara perusahaan-perusahaan farmasi meraih keuntungan besar dari vaksin covid-19. Tapi apakah kita akan menjadi pendukung anti-vaksin dan mengabaikan keselamatan diri, keluarga serta orang-orang yang kita sayangi? Seandainya (mudah-mudahan tidak ya) ada diantara kita yang meski sudah menjaga makanan, rajin olah raga, rajin berjemur, tetapi kemudian terinfeksi covid-19, kemungkinan akan menjadi orang tanpa gejala (OTG) dan OTG ini tetap beresiko menularkan kepada orang lain. Tegakah kita membiarkan diri kita menjadi bagian dari masalah dan bukannya menjadi bagian dari penyelesaian masalah?
Berpartisipasi dalam vaksinasi covid-19 merupakan bagian dari upaya menyelamatkan diri dan keluarga kita. Yuuk.. kita ajak keluarga kita di tanah air untuk vaksin covid-19. Semoga negara kita bisa segera keluar dari kelompok negara yang dinilai buruk dalam menangani pandemik.
---------------
Referensi:
Gates Foundation reverses course on COVID-19 vaccine patents | Devex Here's what Covid vaccines are worth to Big Pharma - CNN