|
|
|
Undangan Menulis di Majalah JONG INDONESIA - PPI Belanda |
Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Belanda pernah menorehkan sejarahnya lewat perjuangan media.. Indische Vereeniging atau Perhimpunan Hindia yang berdiri tahun 1908 pernah menerbitkan buletin Hindia Poetera. Pada September 1922, organisasi ini berubah menjadi Indonesische Vereeniging. Mereka kembali menerbitkan majalah Hindia Poetra dengan Hatta sebagai pengasuhnya.
Hindia Poetra ini menjadi sarana untuk menyebarkan ide-ide antikolonial. Pada dua edisi pertama, Hatta menyumbangkan tulisan kritik mengenai praktek sewa tanah industri gula Hindia Belanda yang merugikan petani. Tahun 1924, nama majalah Hindia Poetra berubah menjadi Indonesia Merdeka. Tahun 1925 nama organisasi Indionesische Vereeniging resmi berubah menjadi PerhimpunanIndonesia (PI).
Untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan lewat media ini, PPI Belanda bermaksud menerbitkan majalah online sebagai jembatan informasi dan aktualisasi idealisme pelajar Indonesia dengan nama JONG INDONESIA.
“Jong” (Bahasa Belanda) artinya PEMUDA. Menjelang Sumpah Pemuda 1928, banyak muncul perkumpulan seperti Jong Java, Jong Sumateranen Bond, Jong Celebes, dan lain-lain. Dengan semangat Sumpah Pemuda 1928, majalah JONG INDONESIA ingin mengajak para pemuda, khususnya pelajar/mahasiswa di negeri Belanda dan di manapun berada, untuk menyumbangkan pemikirannya untuk Indonesia yang lebih baik.
Majalah JONG INDONESIA diharapkan menjadi media pembelajaran dan transfer informasi dan pengetahuan; mempererat dan memperluas persaudaran antar mahasiswa Indonesia di Belanda; dan memberikan masukan terhadap perubahan menuju Indonesia yang lebih baik.
Penerbitan majalah versi online dipilih karena pertimbangan: lebih murah, hemat kertas; dan pelajar Indonesia di Belanda sebagian besar bisa mengakses internet. Majalah online ini berbasis web dan ada yang berformat majalah PDF sehingga bisa didonlot dan dicetak. Format web juga memungkinkan untuk meng-update informasi-informasi penting dan aktual dalam bentuk berita (straight news).
Data Majalah
Terbit perdana: Juli 2009 Bahasa : Bahasa Indonesia Sifat : kritis, bersahabat, sederhana Tebal : 40 halaman Sirkulasi : Online Bentuk: Web dan PDF Website: http://majalah.ppibelanda.org
Kami mengundang Anda, untuk mengirimkan tulisan berupa artikel, opini, dan lain-lain untuk mengisi rubrik-rubrik: SURAT PEMBACA; SAINS dan TEKNOLOGI; LINGKUNGAN; SOSIAL POLITIK; BUDAYA; JALAN-JALAN; RESENSI BUKU; dan lain-lain.
Kirimkan tulisan Anda melalui email:
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
Deadline: 24 Juni 2009
Salam hangat,
Redaksi JONG INDONESIA |
|
Groens Cup 2009 Groens Cup adalah sebuah acara olahraga tahunan antar pelajar Indonesia di Belanda yg telah berjalan selama tujuh tahun berturut-turut. Tahun 2009 ini, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Groningen berniat mengadakan kegiatan ini untuk yang kedelapan kalinya. Yaitu tanggal:
Sabtu 9 & Minggu 10 Mei 2009 di ACLO Sports Center, Blauwborgje 16, 9747 AC Groningen (Peta Lokasi, klik di sini)
Tema Groens Cup 2009 "Persahabatan untuk Satu Indonesia"
Terdapat tujuh cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada Groens Cup 2009, yaitu: - Sepakbola Indoor (Futsal)
- Basket
- Tenis Meja
- Bulu Tangkis
- Catur
- Adu Panco
- Capsa
|
| |
|
|
Mari kita sukseskan Pemilu 2009! |
Tidak lagi 'coblos' pada Pemilu 2009 !Pemilu 2009 akan diadakan sebentar lagi (9 April 2009), tetapi mungkin sebagian dari anda belum mengerti tentang mekanisme pemilihan yang baru pada Pemilu 2009 ini. Kita tidak akan lagi 'mencoblos' seperti yang kita lakukan di pemilu-pemilu sebelumnya, sebagai gantinya kita akan 'mencentang' pada pemilu kali ini ! Untuk info lebih lengkap, dapat lihat ke link ini: http://www.pemilu2009.indonesia.nl/ Tata cara pemilihan juga dijelaskan secara lengkap di power point berikut ini: Publikasi-Cara-Memilih.pptx Mari kita sukseskan Pemilu 2009 ini! |
|
|
Diplomasi Pelajar Indonesia di Belanda |
|
Oleh Yohanes Widodo (Sekjen PPI Belanda) dan Rahmadi Trimananda (Wakil Sekjen PPI Belanda) Era ini ditandai adanya perubahan paradigma: peran masyarakat menguat, sementara peran negara berkurang. Perubahan itu juga terjadi di ranah diplomasi. Globalisasi membuka ruang keterlibatan publik dalam diplomasi. Diplomasi bukan lagi melulu urusan pemerintah. Hubungan internasional tidak lagi semata-mata dipandang sebagai hubungan antarnegara, tapi juga meliputi hubungan antar masyarakat internasional (Susetyo, 2008). Diplomasi tradisional (first track diplomacy) ala pemerintah kini berkembang menjadi diplomasi publik atau bisa juga disebut diplomasi informal (second track diplomacy). Isu diplomasi publik ini mengemuka karena pemerintah—jika berjalan sendirian—tidak lagi mampu secara efektif menyampaikan pesan-pesan diplomasi dalam situasi dan isu-isu yang semakin kompleks. Diplomasi Publik Diplomasi didefinisikan sebagai seni dan praktek bernegosiasi di antara perwakilan-perwakilan dari kelompok-kelompok atau negara (Pudjomartono, 2008). Pamela H. Smith (2008) mendefinisikan diplomasi publik sebagai upaya mencapai kepentingan nasional suatu negara untuk memahami, menginformasikan, dan memengaruhi masyarakat luar negeri dalam rangka mempromosikan kepentingan nasional dan memerluas dialog dengan relasi di luar negeri. Jika proses diplomasi tradisional dikembangkan melalui mekanisme hubungan pemerintah ke pemerintah, maka diplomasi publik lebih ditekankan pada hubungan pemerintah ke masyarakat atau bahkan hubungan masyarakat ke masyarakat. Tujuannya, agar masyarakat internasional mempunyai persepsi baik tentang negara, sebagai landasan sosial bagi hubungan dan pencapaian kepentingan yang lebih luas (Susetyo, 2008). Diplomasi publik adalah suatu upaya memerjuangkan kepentingan nasional melalui penyebaran informasi atau memengaruhi pendapat umum yang dilakukan dengan memanfaatkan sarana budaya dan komunikasi: menjelaskan dan mengadvokasi kebijakan Indonesia, memberikan informasi tentang Indonesia, dan masyarakatnya, nilai-nilainya, lembaganya; dan membangun hubungan yang saling memahami melalui pertukaran informasi dan wacana. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
KOPI Delft - Kolokium PPI Delft Adalah acara reguler yang digelar secara rutin oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia Kota Delft (PPI Delft) sebagai sarana untuk saling berbagi dan berdiskusi tentang ilmu yang dipelajari di universitas- universitas di Delft serta mengaitkan relevansi ilmunya dengan kondisi Indonesia. Untuk info lebih jauh, silahkan lihat di link ini http://organisasi.ppidelft.net/category/informasi/kopidelft/ Berikut ini kutipan dari DetikNews.com mengenai acara KOPI Delft Minggu, 25/01/2009 17:22 WIB Kopi Delft Ilmuwan RI Bisa Masuk Eksplorasi Eddi Santosa - detikNews Kopi Delft di Gedung Fakultas 3M Delft - Ilmuwan RI bisa masuk melalui pintu aktivitas eksplorasi migas dengan penyelenggara pemerintah, yang orientasinya lebih kepada riset dibanding bisnis.
Hal itu disampaikan staf Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Duddy Ranawijaya menjawab pertanyaan peserta dalam Kolokium PPI Delft (Kopi Delft) di gedung Fakultas Mechanical Maritime & Material Engineering (3mE), Universitas Teknologi Delft (TU Delft), Delft, Belanda, Jumat (23/1/2009) sore.
Para peserta kritis menanyakan seputar peluang anak bangsa untuk dapat berkiprah serta turut ambil bagian dalam aktivitas eksplorasi migas di negeri sendiri.
Menurut Duddy, peluang itu ada, bahkan para ilmuwan Indonesia bisa masuk melalui pintu aktivitas eksplorasi oleh pemerintah yang orientasinya lebih kepada riset. Eksplorasi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan asing umumnya menuntut beban tingkat kesuksesan yang tinggi.
Seperti dituturkan Yugi Sukriana, keterlibatan talenta ilmuwan-ilmuwan Indonesia, yang diantaranya merupakan para peserta Kopi Delft, diharapkan para anak bangsa itu bisa mengolah potensi alamnya sendiri secara mandiri.
Kopi Delft digelar secara rutin oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia Kota Delft (PPI Delft) sebagai sarana untuk saling berbagi dan berdiskusi tentang ilmu yang dipelajari di universitas- universitas di Delft serta mengaitkan relevansi ilmunya dengan kondisi Indonesia. (es/es) |
|
| | << Awal < Sebelumnya 1 2 3 Berikutnya > Akhir >>
| | Hasil 1 - 20 dari 51 |
|
|